Awal bulan ini saya ikut tantangan no-spend challenge bareng komunitas finansial di media sosial, tiga bulan penuh tanpa belanja konsumtif apa pun. Salah satu langkah pertama yang saya ambil, ngumpulin semua akses ke aplikasi belanja dan kredit, terus mikirin cara biar godaannya minimal selama tantangan berlangsung.
Kredivo termasuk salah satu yang saya pantengin. Bukan karena akunnya bermasalah, tapi karena saya tahu diri, kalau limitnya masih gampang diakses, besar kemungkinan saya bakal “khilaf” pas lihat promo menarik di tengah jalan. Saya cari tahu soal cara nonaktifkan Kredivo, tapi dengan syarat, saya nggak mau akunnya hilang permanen. Soalnya tiga bulan setelah tantangan ini kelar, saya masih mau lanjut pakai kayak biasa.
Kenapa Saya Nggak Mau Pilih Opsi Tutup Akun
Ini yang paling saya pikirkan matang-matang di awal. Kalau saya langsung ajukan penutupan resmi, konsekuensinya permanen, nggak bisa dibalik lagi sama sekali.
Padahal tujuan saya cuma butuh jeda sementara, bukan berhenti selamanya. Kalau saya sampai salah pilih dan ajukan penutupan, begitu tantangan ini kelar, saya harus daftar ulang dari nol, bangun lagi limit dan rekam jejak pembayaran yang selama ini udah saya kumpulin. Rasanya rugi banget kalau harus mulai dari awal cuma gara-gara salah langkah di tahap perencanaan. Mendapatkan limit pinjaman sebesar Rp50 juta juga gak mudah “in this economy”.
Fitur yang Ternyata Pas Buat Kebutuhan Saya
Untung saya cari tahu lebih dulu sebelum ambil keputusan gegabah. Ternyata ada fitur blokir akun sementara yang fungsinya persis kayak yang saya butuhkan, semacam “jeda” tanpa harus kehilangan akun dan fitur sepenuhnya.
Caranya juga nggak susah. Saya tinggal masuk ke menu Akun di halaman utama aplikasi, lanjut ke menu Keamanan, terus pilih Blokir Akun. Saya diminta pilih alasan pemblokiran, dan karena alasan saya spesifik soal ikut tantangan finansial, saya pilih opsi “lainnya” dan isi sendiri keterangannya. Terakhir tinggal masukkan PIN buat konfirmasi, dan selesai, dalam hitungan menit akun saya udah dalam status terblokir sementara.
Yang Perlu Disiapkan Sebelum Blokir Diaktifkan
Sebelum saya klik konfirmasi terakhir, saya sempat mikir dulu soal kebutuhan transaksi selama tiga bulan ke depan. Soalnya begitu status blokir aktif, saya otomatis nggak bisa transaksi apa pun lewat Kredivo, termasuk buat bayar tagihan bulanan yang biasa saya proses lewat aplikasi ini.
Saya cek dulu, ternyata ada dua tagihan rutin yang biasa saya bayar pakai Kredivo. Saya pindahkan dulu metode pembayarannya ke rekening bank langsung, biar nggak ada yang telat gara-gara akunnya lagi diblokir. Kalau kamu juga mau ambil langkah serupa, jangan lupa cek dulu kewajiban rutin apa aja yang mungkin kena dampak selama masa blokir berlangsung.
Kenapa Cara Ini Terasa Lebih Masuk Akal Buat Saya
Setelah tiga bulan tantangan ini selesai nanti, saya cuma perlu buka blokir lewat menu yang sama, tanpa perlu daftar ulang atau kehilangan limit yang udah saya bangun selama ini. Kredivo PayLater sendiri, menurut saya, cukup bijak nyediain opsi ini buat orang-orang yang butuh jeda sementara tanpa harus ambil keputusan drastis kayak tutup akun permanen.
Buat kamu yang lagi cari cara nonaktifkan Kredivo karena alasan serupa, entah lagi ikut tantangan finansial kayak saya atau sekadar butuh istirahat dari kebiasaan belanja pakai PayLater, coba pertimbangkan opsi blokir sementara ini dulu. Nggak perlu buru-buru ambil keputusan permanen kalau sebenarnya yang kamu butuhkan cuma jeda sebentar buat mendisiplinkan diri.